(。✿‿✿。)....Percayalah, Jodoh itu Replika....(。✿‿✿。)

Assalamualaikum.. saudara saudari yang insyaAllah dirahmati Allah.. Semoga selalu dalam lindungan Allah yaa sahabat sholeh dan sholehah... :-)

"Kaya bener ya kata orang..." Celetuk temen saya membuka percakapan sore ini..

"Laki-laki yang baik itu untuk wanita yang baik pula dan sebaliknya.." Lanjutnya.

"Gue kan orangnya cuek nih, dan ternyata calon gue itu jauh lebih cuek dari gue.." Celoteh temen saya, yang kemudian berujung diskusi panjang soal jodoh..

Yah.. benarlah firman Allah...

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)"

Jodoh itu bener-bener cerminan, persis, mirip, seperti replika, orang kembar saja belum tentu memiliki sifat yang sama. Nah kalau jodoh sifat pun mirip-mirip bahkan cenderung sama. Tidak hanya itu, ternyata kebiasaan sebelum menikah pun hampir sama.

Saya ingat dulu, lama sekali, jauuuhh sekali sebelum dipertemukan lelaki sholeh nun luar biasa yang sekarang jadi begitu ngangenin (I love u abiii.. :* ). Dulu saya pernah mengharapkan dipertemukan dengan laki-laki yang juga menjaga diri, menjaga cintanya hanya untuk kekasih halalnya saja. Namun setelah semakin kesini prinsip itu mulai sedikit goyah, seolah ragu akan mendapat yang serupa. Jadilah saat itu saya menurunkan standar.. "Ah.. gapapa deh yang pernah pacaran, yang penting waktu ketemu saya dia udah sadar dan nggak pacaran lagi.." begitu pikir saya saat itu.
Dan ternyata Allah menjawab doa saya yang pertama, Allah pertemukan saya dengan Laki-Laki luar biasa yang insyaAllah atas bimbingan Allah menjadi Abii yang luar biasa buat anak-anak saya kelak..
Ternyata suami saya juga belum pernah pacaran sama sekali...

http://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0CAYQjB0&url=http%3A%2F%2Fgecegucu.blogspot.com%2F2013%2F03%2Fkhasiat-dari-ciplukan-physalis-angulata.html&ei=NUxrVL3UHoKeuQSWroCgCw&bvm=bv.79908130,d.c2E&psig=AFQjCNFcOcuAewfb_eKzWFm98YlYC0kvig&ust=1416404396657867
Dan beberapa waktu yang lalu saat melakukan penelitian lapangan untuk data skripsi, saat masuk-masuk semak belukar mengukur data. Saya melihat buah yang dulu waktu kecil sering saya cari-cari kalo lagi main atau lagi ikutan ke kebon sama orang tua saya. Mulai deh saya beraksi memilah-milah buah yang sudah matang dari pohon ke pohon, metik sana sini dikumpulin sampe banyak.

"Bunda suka makan itu juga.."
"Oh... Abii tau buah ini juga?"
"Iya, kalo di jawa namanya ciplukan. Di sana apa namanya?"
"Seletup"
"Apa itu seletup?"
"Yah buah inii..." saya tetap asyik nyari-nyari yang mateng.


Ga nyangka, ternyata sesuatu sesepele ini pun bisa sama. Banyak permainan waktu kecil pun sama, entah karena kita seumuran atau gimana yang jelas itu luar biasa sekali. Karena saya di Sumatera dan suami saya di Jawa, tapi memiliki banyak sekali kesamaan..
Banyak, banyaakkk sekali kesamaan-kesamaan yang dimiliki ketika si doi adalah jodoh kita...
Saya suka baca, suami saya suka baca. Bahkan buku-buku yang dibaca satu tema. Bahkan saat dikumpulin setelah menikah banyak juga buku-buku yang double, ternyata dulunya saya dan suami membeli buku yang sama.
Saya suka nulis (bukan suka juga sih, tapi lebih ke membiasakan diri menulis), dan ternyata suami saya juga begitu. Saat saya vakum menulis beliau juga vakum.. sama-sama lagi males..hihihi

Tentu saja tidak hanya hal yang baik-baik saja yang sama dan/atau mirip, tapi ada juga beberapa hal jelek yang ternyata dulunya juga sama-sama pernah melakukan. Nah, kalau sudah mengungkit-ungkit bagian ini biasanya saya ngambek manja gitu sama suami saya...*hehehehe* Nggak usah saya ceritakan yaa, tebak-tebakan aja... ^_^

Intinya satu, ketika kita berusaha menjadi baik, menjaga diri, memantaskan diri dan berharap dipertemukan dengan seseorang yang juga melakukan hal yang sama. Maka bersabarlah, di seberang sana, di belahan bumi sana, di tanah antah berantah yang tidak kita ketahui tepatnya, seseorang juga sedang berusaha keras menjadi baik, menjaga diri, memantaskan diri, melakukan seperti ikhtiar yang kita lakukan. Tunggulah, mohonlah pada Allah yang memiliki dia untuk didekatkan hingga disatukan dalam keteduhan cinta yang suci yang menyatu begitu indah dalam keharmonisan keluarga sakinah dan berujung ridho&syurgaNYA.. :-)

Percayalah, wahai akhi duhai ukhti.. jodoh  itu adalah seperti apa yang kita lakukan sekarang, ketika kita kuat beribadah maka dia pun tak kalah kencangnya meningkatkan kualitas ibadahnya. Dan sebaliknya, ketika kita bermaksiat, colek sana sini, jelalatan sana sini, gonta-ganti pasangan kaya minum obat. Ingatlah di sana juga si doi calon ibu/calon ayah untuk anak-anak kita juga tak kalah ekstrimnya melakukan yang lebih. Wallahualam.....


Puji syukur kepada Allah swt yang telah mempertemukan saya dengan lelaki luar biasa, dan segala pujian hanya milik Allah yang telah menjaganya dan menghebatkannya.. Sujud ku pada Mu ya Rabb..
Spesial thanks to My Zauji yang luar biasa, semoga selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah. Terimakasih sayang, sudah menjaga cintamu hingga kita dipertemukan. Terimakasih telah memberikan kepercayaannya untuk menjadi ibu bagi anak-anak mu. Terimakasih telah percaya menjadikanku kekasih halal mu, sahabat, juga partner mu. Semoga kita berjodoh hingga di syurga-NYA. Maafkan masih banyak kekurangan dalam melayani mu, maaf belum menjadi replika yang sempurna....
I love You Abiiiii...
I Miss You sayang...


Berbagi itu Luar Biasa Indah...:-)

 Assalamu'alaikum wr...wb..

Apa kabar sobat? semoga selalu dalam lindungan Allah dimana dan kapan pun kita berada... yuk selalu sertakan Allah dalam setiap hembusan nafas kita.... *yang nulis juga lagi belajar menerapkan sepenuh hati..hehe*


Sahabat, salah satu nikmat yang kadang tak sengaja ter Skip oleh kita adalah bahwa kita memiliki orang-orang yang peduli dan perhatian mengelilingi kita.
Seperti apa bentuk kepedulian mereka itu bermacam-macam. Ada yang dengan memberikan nasihat, mengingatkan ketika salah, "memberi hadiah" atau mungkin ada juga yang dengan membicarakan keburukan kita. Sejatinya semua itu adalah bentuk perhatian dan kepedulian orang-orang kepada kita. Dan tugas kita adalah berterimakasih, bersyukur, dan mengambil hikmah dari semua bentuk perhatian itu..

"Memberi Hadiah" nya kok di bold sih? iya karena itu yang mau saya bahas...hehehe

"Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencintai (HR al-Bukhari, al-Baihaqi, Abu Ya’la)"

Rasulullah saw sudah menerangkan kepada kita bahwa memberi hadiah kepada sesama itu akan menumbuhkan rasa saling mencintai diantara kita. Tentu saja cinta disini bukan hanya sekedar cinta antara lawan jenis, akan tetapi lebih ke saling menyayangi sesama sodara. Saat kita memberi hadiah kepada sodara, teman, guru, atau siapa saja tanpa kita sadari hal itu membuat mereka yang diberi hadiah merasa senang luar biasa, walau kadang ada yang merespon biasa saja, tapi percayalah dalam hatinya berbunga-bunga.. *kaya lagi kasamaran gitu,,,hihi*

Daannn,, yang ga kalah indahnya saat memberi hadiah adalah, hal itu dinilai ibadah. karena itu adalah sunnah Rasulullah saw.. So, yuk saling memberi hadiah...!! :-)

Saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman dan sodara-sodara saya yang telah memberikan kado-kado spesial di hari terindah saya dipersatukan dengan lelaki luar biasa yang bersedia menjadi imam dan kekasih halal saya, saat dimana malaikat Allah turun dan berdzikir kepada Allah mengaminkan seluruh doa-doa. Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk teman-teman..
Kado-kado dari teman-teman itu sangat bermanfaat sekali... mohon maaf tidak bisa saya upload satu per satu kadonya... :-)


Artikel ini sebenarnya sudah sejak lama ingin saya upload, tepatnya semenjak setelah menikah di 1 September 2013 yang lalu... tapi mohon maaf ya baru kesampaian sekarang.. *Pura-puranya sibuk..hehe*


Diberdayakan oleh Blogger.

.

.

.

.

.