Menganyam Buih Di Gulungan Ombak

Aku Bergerak walau tersentuh..

Aku Berjalan walau merangkak..

Aku Berlari walau terseret..

Namun aku hanya diam tertunduk malu dalam kebisuan,

Mengais dasar lautan

Terkulai di langit hampa udara...

Aku harus kemana???

Kompas kehidupn berputar tak jelas arah...!

Bahkan kabut pun membutakan pandangan ku

Adakah cahaya terang di balik kelamnya kabut itu?

Atau malah badai yang menghantam.?

Entahlah yang ku tahu aku harus bergerak menapakkan kaki meraih tujuan.!

Sedangkn aku terkulai layu di antara bunga-bunga yg sedang bersemi

Ku terpa jalan terjal tak berujung

Mengarung tak bertepi,aku tetap dalam kesendirianku...

Meresapi belaian angin yang membacok tulang

Ku coba menganyam buih di gulungan omba

Tapi aku tetap kesendrian ku..

Tak berdaya dalam lelah...

Menadahkan tangan dalam jeritan nafsu yang membara

Aku hanya tertunduk malu dalam pilu....!

Ku tunggu siang yang tak kunjung datang

Memburu malam dalam gelap kelam

Menembus jagat raya secepat cahaya

Akankah ku temui ramai untuk membuyarkan kesendirian ku

Memecah kepenatan ku, mengubur kebosanan bersama ketidakberdayaan ku.

Tetesan embun di pagi ini membasahi semanagt ku yg sedang gersang

Hingga ku coba mengkis karang dengan lemah ku

Tunas kehidupan mulai tampak walau semu

Aku harus berjuang

Aku harus bangkit...

Kenapa harus termangu

Sedang ulat bisa berjuang memecah telur untuk menjadi kupu-kupu yang cantik...!



By: Herly Fals Ispani & Yesi Ispani D'Kanca



.

Peluang Itu Tidak Pernah NOL

Dalam statistik peluang itu rentangnya {0
Tidak mencapai 0, juga tidak pernah 1. Kalaupun dia 0 dan 1 kejadian itu sangat sangat jarang terjadi.

Dalam hidup juga begitu.

Peluang itu selalu ada (tidak pernah 0) walau tidak sempurna (P ≠1).

Peluang itu selalu ada di setiap helaan nafas, hanya saja dia tidak kasat mata.

Dia tidak terlihat jelas.

Dia juga tidak akan pernah memanggil kita dan mengatakan bahwa dia adalah peluang (kecuali atas izin Allah)

Dia hanya bisa di lihat bagi orang yang mau berusaha dan punya keberanian untuk merealisasikan peluang tersebut.

Saya ambil contoh dalam berbisnis.

Ribuan peluang yang ada di sekeliling kita.

Hanya dengan melihat sekuntum bunga, sudah banyak sekali peluang yang bergelantungan disana.

Mulai dari peluang untuk membuka usaha disana mulai dari akar (usaha pupuk misalnya) sampai dengan kuntum bunganya (jual bunga sampai fotografi).

Begitu banyak peluang yang tidak kasat mata, ada ribuan bahkan jutaan.

Hanya saja butuh SATU saja keberanian untuk menjadikannya kasat mata.

Terlihat dengan jelas dan di akui banyak orang.

“Ayo fighting! Kita realisasikan peluang yang tidak kasat mata itu..” ^__^





sumber gambar: http://downloadsoalpembahasanujian.blogspot.com

.
Diberdayakan oleh Blogger.

.

.

.

.

.